bunas shop

Sabtu, 19 November 2011

Kota Kudus

Kabupaten Kudus adalah sebuah kabupaten diProvinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kudus, berada di jalur pantai utara timur Jawa Tengah, yaitu di antara(Semarang-Surabaya). berada 51 km sebelah timur Kota Semarang Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Selain itu kudus juga di kenal sebagai kota santri, kota ini juga menjadi pusat perkembangan agama islam pada abad pertengahan hal itu dapat dilihat dari terdapatnya 3 makam wali/ sunan, yaitu Sunan Kudus , Sunan Muria dan Sunan Kedu.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (Gunung Muria), dengan puncaknya Gunung Saptorenggo (1.602 meter), Gunung Rahtawu (1.522 meter), dan Gunung Argojembangan (1.410 meter). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus di pisahkan oleh Sungai Gelis di tengah, sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur.

Pembagian administratif

Kabupaten Kudus terdiri atas 9 kecamatan, yang dibagi lagi atas 123 desa dan 9 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil dan memiliki jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah. Kabupaten Kudus terbagi menjadi 3 wilayah pembantu bupati (Kawedanan), setiap kawedanan terdiri 3 kecamatan yaitu: (1) Kawedanan Kota (Kec. Kota, Jati dan Undaan). (2) Kawedanan Cendono (Kec. Bae, Gebog Camat Gebog DJati sollecha dan Kaliwungu). (3) Kawedanan Tenggeles (Kec. Mejobo, Dawe dan Jekulo).

[sunting] Industri

Perkembangan perekonomian di kudus tidaklah lepas dari pengaruh perindustrian. Beberapa perusahaan industri besar yang ada di kudus adalah PT. Djarum(Industri Rokok), Petra, PR. Sukun (Industri Rokok), PT. Nojorono, PT. Hartono Istana Teknologi (d/h Polytron - Industri Elektronik), PT. Pura Barutama (Industri Kertas & Percetakan), Kudos, dan ribuan perusahaan industri kecil dan menengah.

Pariwisata

Wisata religi dan budaya:
Wisata alam:
  • Air Terjun Monthel di Colo kecamatan Dawe.
  • Puncak Songolikur (di Rahtawu kecamatan Gebog) Puncak tertinggi dari gunung Muria.
  • Puncak-gunung Muria lainnya yang sering di kunjungi, seperti Puncak Argojembangan dan Argowiloso. Keduanya terdapat di kecamatan Dawe.
  • Air Tiga Rasa (Rejenu) dan Makam Syeh Sadzili. Terdapat di Japan kecamatan Dawe.
  • Pesanggrahan Colo (Graha Wisata Muria) (Colo) Kecamatan Dawe
  • Bumi Perkemahan Abiyoso di Menawan kecamatan Gebog.
  • Bumi Perkemahan Kajar (Kajar kecamatan Dawe)
  • Water boom Mulia Kajar
Baca selengkapnya »

SMA N 1 MAYONG

Siapa tak kenal SMA N 1 Mayong, seperti yang kita ketahui bahwa asal  SMA N 1 Mayong dulunya adalah SMA BP (Bakti Praja). Sekolah Bakti Praja berdiri selang beberapa tahun BP berubah menjadi SMA N 1 Mayong.
Baca selengkapnya »

Jumat, 18 November 2011

Jual Aksesoris




















Kamis, 17 November 2011

Mantingan

Mantingan Mosquehis village is well known as a village where Sultan Hadlirin and his wife, queen Kalinyamat was buried. Sultan Hadlirin was a Moslem leader who spread Islamic knowledge in the North coast. The Mantingan Mosque was the second Mosque after great Mosque of Demak.Reaching this Mosque and grave is quite easy, because public transportation is available. The people of Mantingan are mostly Moslem and work in furniture industry.

HISTORY AND LEGENDS

Stated above that the Mantingan Mosque was the second Mosque. The Mosque was built in 1481 S until 1559 C. according to statement stated inside the Mosque “ RUPA BRAHMANA WANASARI”  Mantingan Gatewritten by son of R. Muhayat, his name R. Toyib. In the beginning R. Toyib studied Islamic knowledge in Mecca and China. After finishing his study, he then moved to Jepara. R. Toyib married Ratu Kalinyamat (Retno Kencono), a daughter of  Sultan Trenggono from Demak kingdom. He then was called “Sultan Hadlirin” and throned as ‘Adipati Jepara’ until he passed away and finally was buried beside the Mosque that he had built.
In the graveyard area, his wife and his Chinese relative, named CIE GWI GWAN were also buried. The graveyard fully crowded at “Khol” (the day where people commemorate the death of Sultan Hadlirin’s death) also at ceremonial moment to change banner covered the Sultan’s tomb. This ceremonial moment is held once a year at 17 Robiul Awal (month of Moslem calendar), same with the date of Jepara anniversary.
The grave is believed by many people that has magical power. Husband and wife who haven’t got any Mantingan Gatechild yet supposed to visit the grave yard and pick some fallen pace fruits. The ‘Pace’ fruit then has to be eaten by the husband and wife, if god may permit, the husband and wife will get baby.
Another magical power in this grave is the holy water, local people believe that the water used to get the truth of someone. Jeparanase people use this water when they are facing a problem by drinking the water, but it’s just a belief, you may believe or not.

 

Minggu, 13 November 2011

Sejarah Kota Jepara

Kota Jepara Nan Indah

Hukum Di Jepara

Pariwisata Di Kota Jepara

Benteng Portugis

Air Terjun SonggoLangit

Pantai Tirto Samudro



Pantai Tirto Samudro atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini sangat cocok untuk lokasi mandi . tak jarang para wisatawan yang datang ke obyek ini sengaja melakukan mandi laut. Umumnya mereka anak-anak, remaja dan para wisatawan manca Negara. Biasanya saat yang paling disukai adalah pada waktu pagi hari dan di saat sore menjelang senja dimana akan tampak panorama sunset yang memukau.
Baca selengkapnya »

Pantai Kartini

Teluk Awur

Pulau Panjang

Museum R A Kartini